BogorOne.co.id | Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menanggapi kabar lima siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 16 Temanggung, Jawa Tengah, yang pulang ke rumah saat proses pembelajaran masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan bentuk pelarian, melainkan bagian dari proses adaptasi siswa.
“Ini bukan kabur, mereka sedang dalam masa penyesuaian dan belum merasa nyaman. Itu wajar dalam proses adaptasi,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya dikutip dari beritasatu.com, Sabtu, 26 Juli 2025.
Kelima siswa diketahui meninggalkan asrama tanpa pemberitahuan kepada pihak sekolah. Menyikapi hal ini, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung mengirimkan tim pendamping dan menghadirkan psikiater ke sekolah untuk memberikan edukasi serta pendampingan psikologis.
“Pendekatan kami bukan hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang tua. Edukasi kepada wali murid itu penting agar mereka memahami sistem pembelajaran dan pembinaan di sekolah rakyat,” jelas Gus Ipul.
Ia juga menyatakan Kemensos telah menyiapkan langkah antisipasi jika para siswa tersebut memilih tidak melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami sudah menyiapkan siswa pengganti, apabila memang ada yang tidak ingin melanjutkan,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post