BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam kasus pengrusakan pipa Perumda Tirta Pakuan di Kampung Muara Lebak, Jembatan Ledeng, RT 03/10, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Polresta Bogor Kota tetapkan lima orang tersangka dan menahan para pelaku.
Hal itu di ungkapkan Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila. Ia menyebut, untuk saat ini pihaknya telah melakukan penetapan tersangka dan melakukan penahanan kepada lima orang pelaku.
Dia menjelaskan, para tersangka itu, merupakan satu keluarga yang terbukti telah melakukan pengrusakan terhadap pipa PDAM yang berada di bawah Jembatan Ledeng tersebut.
“Penangkapan dilakukan pada Sabtu 2 Desember 2023 kemarin,” kata Rizka, Rabu, 6 Desember 2023.
Dari hasil pemeriksaan kata dia, bawa kelima tersangka itu telah melakukan pengrusakan pipa Perumda Tirta Pakuan sebanyak delapan kali.
Ia menyebut, selain keterangan dari sejumlah saksi, pihaknya juga diperkuat oleh adanya sejumlah alat bukti atas tindakan yang dilakukan para tersangka berupa foto-foto dan video.
“Jadi dalam kurun waktu itu, untuk aktivitasnya sendiri pemeriksaan sementara ada delapan kali kejadian berulang dan itu alat buktinya saksi-saksi, foto, video,” jelasnya.
“Itu sudah kita gunakan sebagai dasar untuk alat bukti untuk melakukan penangkapan dan melakukan penahanan terhadap pelaku,” tuturnya.
Dalam kasus ini, kelima tersangka memiliki peran masing-masing, dimana ada yang menyuruh dan melakukan pengrusakan. Atas perbuatannya mereka terancam pidana hukuman 5 tahun penjara.
“Untuk pelaku yang menyuruh kita menggunakan Pasal 170 KUHP, untuk pengrusakan Pasal 406 dan 408, sebab melakukan pengrusakan secara bersama-sama. Atas nama Ratna yang menyuruh, sisanya ada anak dan cucunya,” tambahnya.
Diketahui, sebelumnya pihak keluarga yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut bergesekan dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor itu lantaran mengklaim bahwa keberadaan pipa PDAM berada di lahan milik ahli waris keluarga bernama Ratna Ningsih.
Polemik itupun berbuntut panjang hingga pihak ahli waris nekat berulang kali melakukan pengrusakan terhadap pipa PDAM yang mendistribusikan untuk warga mengalami kebocoran beberapa pekan dan sempat diprotes warga lantaran terganggunya layanan air bersih. (Fry)
























Discussion about this post