BogorOne.co.id | Kota Bogor – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor cetak para Wirausaha melalui pelatihan berbasis kompetensi gelombang pertama tahun 2021.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor, Jalan Pahlawan No 144, Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Senin (05/04/21).
Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor, Enjang Nurjaman, mengatakan tujuan dari dilaksanakannya pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan kedepan dengan pelatihan ini tercipta lapangan kerja.
“Kegiatan hari ini ada ketahanan mental yang dibimbing oleh anggota kodim itu selama tiga hari sampai hari Rabu,” kata dia.
Lalu hari Kamis dilanjutkan pada materi pelatihan. Kegiatan tersebut diikuti 128 peserta yang dominan warga Kota Bogor. Namun sebagiannya ada juga warga Kabupaten Bogor.
“Pelatihan ini juga dikuti oleh 7 kejuruan, seperti Bahasa Inggris, Komputer, otomotif, tata boga, perhotelan, dan kecantikan, serta service AC,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor, Elia Buntang mengharapkan dengan adanya pelatihan ini bisa menciptakan pengsaha yang handal.
“Karena dengan kondisi Covid 19 jumlah pengangguran naik sebanyak 12 %, sehingga saya berharap pelatihan pelatihan ini menjadi wiraswasta yang baru bukan lagi pekerja,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD (DPRD) Kota Bogor, Achmad Saepul Bakhri Kami DPRD mengapreasiasi langkah Disnaker kota Bogor yg melaksanakan pelatihan di saat pendemi Covid 19. Dan semua, dilakukan dengan Prokes yg ketat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupaka sebuah terobosan yang mampu menumbuhkan wirausaha baru di era pendemi sekaligus meningkatkan kompetensi dan ruang bagi para milenial.
“Kita berharap kedepan Disnaker menjalin kemitraan dengan perusahaan yang baru atau yang sudah ada di Kota bogor,” ucapnya.
kedepan, lanjut Politisi PPP itu, pelatihan bagi SDM diperusahaan harus dilakukan di UPTD BLK Disnaker.
“Jadi, sebelum mereka buka usaha Mall atau pabrik Disnaker diajak untuk komunikasi berapa jumlah tenaga kerja yanh dibutuhkan dan kompetensi apa saja,” tambahnya.
Untuk penyiapan SDM kaya dia, nantinya Disnaker harus menjalin kerjasama dengan SMK yang ada di Kota Bogor untuk penyerapan potensi lulusan Sekolah.
“Kepada para peserta, kita berharap utk merubah mindset bhw dr pelatihan ini mrk akan disalurkan menjadi tenaga kerja,” tuturnya.
Pria yang berlatar belakang pengusaha muda itu menambahkan, pelatihan tersebut harus jadikan peningkatan kompetensi untuk membuka Wirausaha baru. “Saat pendemi ini, kita harus terus membuka ruang usaha baru karena PHK terus mengalami peningkatan dan perlu ada ruang wirausaha baru,” paparnya.
Dia juga meminta, kedepan BLK jangan monoton, artinya program pelatihan yang diadakan harus cendrung mampu beradaptasi dengan teknologi dan perkembangan modernisasi digital saat ini.
“BLK telah mampu menciptakan Akselerasi anggaran yang tidak hanya bertumpu dianggaran daerah. Dengan komunikasi yang dilakukan dengan pusat akhirnya kita mamapu melakukan pelatihan seperti saat ini. Sehingga diharapkan, para peserta dapat menjadi agen pelaku ekonomi baru ditengah pendemi,” pungkasnya. (Fry)






























Discussion about this post