BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat relokasi warga terdampak bencana pergerakan tanah dengan menyiapkan hunian tetap (huntap). Dari total rencana 508 unit, sebanyak 140 unit diprioritaskan dibangun tahun ini di wilayah Bojongkoneng dan Citeureup.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bogor Eko Mujiarto mengatakan pembangunan huntap merupakan bagian dari penanganan pascabencana yang telah dirancang sejak tahun lalu.
“Tahun ini diprioritaskan 140 unit untuk Bojongkoneng dan Citeureup,” kata Eko, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyebutkan, anggaran pembangunan satu unit rumah tipe 36 diperkirakan sekitar Rp120 juta.
Sementara itu, rencana relokasi warga di wilayah Sukamakmur masih terkendala ketersediaan lahan. Pemerintah daerah masih mencari lokasi yang sesuai, dengan mempertimbangkan keinginan warga agar tidak dipindahkan terlalu jauh dari tempat tinggal semula.
Untuk sementara, pemerintah akan memanfaatkan lahan milik daerah berstatus fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai lokasi pembangunan huntap.
Eko menegaskan, kawasan permukiman yang berada di zona merah rawan bencana tidak akan lagi difungsikan sebagai hunian. Lahan tersebut akan dialihfungsikan menjadi area penghijauan.
Secara keseluruhan, kebutuhan lahan untuk pembangunan 508 unit huntap diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post