BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan lonjakan bencana alam pada April hingga Mei 2026 telah diprediksi sejak awal tahun. Peningkatan kejadian itu dipicu masa peralihan musim atau pancaroba.
Sejumlah wilayah di Bogor Barat, seperti Kecamatan Leuwiliang, Pamijahan, Cigudeg, dan Jasinga, dilanda tanah longsor dan banjir bandang dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat mengatakan peningkatan intensitas bencana sesuai dengan prakiraan cuaca dan pemetaan risiko yang telah dilakukan.
“Kabupaten Bogor sedang menghadapi musim pancaroba. Meski diperkirakan mulai Mei memasuki musim kemarau, pada masa transisi ini intensitas bencana justru meningkat,” kata Ade, Kamis, 22 April 2026.
BPBD menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 4 April 2026. Masa tanggap darurat semula berlangsung hingga 18 April, namun kemudian diperpanjang seiring bertambahnya wilayah terdampak.
“Pada 15 sampai 18 April jumlah lokasi terdampak makin bertambah dan meluas. Kami memperpanjang masa tanggap darurat dan menambah wilayah terdampak dari 16 menjadi 34 kecamatan,” ujarnya.
Untuk penanganan dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Pemerintah juga menargetkan perbaikan 14 jembatan yang runtuh dapat selesai sebelum Iduladha.
Berdasarkan data BPBD, lebih dari 300 kepala keluarga terdampak bencana dalam beberapa pekan terakhir. Kerusakan rumah didominasi kategori berat, antara lain tujuh rumah di Cijayanti dan satu rumah di Kecamatan Rumpin.
Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan pangan serta bantuan sewa rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan sewa diberikan selama enam bulan sambil menunggu keputusan relokasi atau rehabilitasi. Pelaksanaan perbaikan dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan menggunakan dana BTT.
Adapun anggaran BTT yang disiapkan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mencapai Rp50 miliar dan dapat bertambah sesuai perkembangan bencana.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post