BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mematangkan persiapan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat dan Bogor Timur. Persiapan tersebut dibahas dalam forum Lokakarya Perencanaan Partisipatif (Planning Charrette) yang digelar di Aula Institut Ummul Quro Al-Islami, Leuwiliang, Senin (22/9/2025).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengatakan forum ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait persiapan pemekaran Bogor Barat.
“Prinsipnya Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meminta kami mengawal pembentukan DOB Bogor Barat dan Bogor Timur. Ini diawali dengan menampung aspirasi dari perwakilan masyarakat di Bogor Barat,” ujar Bambam.
Bambam menjelaskan, semua aspek yang dibutuhkan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan transportasi, menjadi fokus aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut. Pihak terkait juga diharapkan dapat menyatukan persepsi terhadap rencana DOB Bogor Barat, sehingga setelah pemerintah pusat mencabut moratorium, DOB tersebut siap direalisasikan.
“Kita siapkan dari sekarang, termasuk di tahun 2026 calon ibu kota Bogor Barat akan ditunjuk. Sehingga ke depan investor pun siap masuk mendukung DOB Bogor Barat,” tambahnya.
Tokoh Bogor Barat sekaligus pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi, mengapresiasi langkah Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi yang serius mendukung pemekaran wilayah tersebut. Ia menilai penganggaran pembangunan yang difokuskan di Bogor Barat menunjukkan komitmen politik Pemkab Bogor.
“Tentu penganggaran pembangunan tidak bisa sekaligus, misalnya dimulai dengan kantor pusat pemerintahan. Namun bagi saya itu penting, sebuah political will Pemkab Bogor,” ujar Yusfitriadi.
Ia menegaskan, pemekaran Bogor Barat harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama terkait layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pengembangan SDM, agar tidak hanya menjadi kepentingan elit semata.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post