BogorOne.co.id | Pangandaran – Di balik debur ombak dan hamparan pasir pesisir selatan, Pangandaran tak hanya memanjakan mata, tetapi juga lidah. Kabupaten di ujung selatan Jawa Barat ini menyimpan satu kuliner berkuah yang aromanya kerap membuat wisatawan menoleh: pindang gunung.
Sajian berkuah kuning ini telah lama menjadi primadona bagi pelancong yang singgah ke Pangandaran. Di Caffe and Resto N’ter, pindang gunung diolah dengan sentuhan khas yang membedakannya dari pindang pada umumnya. Rahasianya terletak pada penggunaan bunga honje atau daun kedondong yang memberi sensasi asam segar sekaligus menetralkan aroma amis ikan laut.
Proses memasaknya pun masih mempertahankan cara tradisional. Aneka bumbu dihaluskan lalu ditumis hingga harum sebelum disiram air dan menghasilkan kuah kuning yang menggoda. Saat kuah mendidih, potongan ikan laut segar, seperti kakap dimasukkan perlahan hingga dagingnya empuk dan bumbu meresap sempurna.
Bagi Rama (26), pengalaman mencicipi pindang gunung meninggalkan kesan tersendiri. Menurutnya, perpaduan rasa gurih kaldu ikan, pedas cabai rawit, dan asam segar dari honje menciptakan harmoni yang sulit dilupakan.
“Rasanya beda, ada wangi bunganya dari honje. Segar banget, apalagi kalau kuahnya masih panas. Tekstur ikannya juga lembut, cocok dimakan kapan saja, bareng keluarga atau teman,” ujarnya.
Di balik kelezatannya, pindang gunung menyimpan cerita masa lalu. Pemilik Caffe and Resto N’ter, Nanang Sanudin, menyebut menu ini lekat dengan kehidupan nelayan tempo dulu.
“Dulu Pangandaran masih berupa hutan. Nelayan membawa ikan hasil tangkapan ke daerah pegunungan untuk dimasak, lalu dibawa kembali ke pesisir. Dari situlah nama pindang gunung berasal,” tuturnya.
Kini, kuliner legendaris ini tak hanya digemari warga lokal, tetapi juga kerap dipesan wisatawan mancanegara. Satu porsi pindang gunung lengkap dengan nasi dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung jenis ikan.
“Setiap hari kami bisa menyajikan sekitar 40 sampai 100 porsi. Responsnya selalu positif,” kata Nanang.
Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kehangatan rasa khas Pangandaran ini, Caffe and Resto N’ter bisa menjadi tujuan. Lokasinya berada tepat di depan ikon tulisan Grand Pangandaran, sekitar 100 meter dari gerbang masuk objek wisata Pantai Pangandaran, tempat yang pas untuk mengakhiri hari setelah bermain di laut dengan semangkuk pindang gunung yang hangat.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post