BogorOne.co.id | Tamansari Pogram Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) mengatasi krisis air masyarakat akibat kemarau panjang di sejumlah lokasi di Kecamatan Tamansari, Kebupaten Bogor.
Humas Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) Asep Suryana mengatakan, bahwa program tersebut dimulai pada tahun 2019.
Program itu kata Asep, diawali dengan penanaman pipanisasi sepanjang 1,8 km ke wilayah RW 06 Sukajaya RW 12 Desa Sukaluyu dan RW 09 Desa Tamansari dari sumber mata Air Gunung Salak Legok Pinding.
“Sejarah Panjang dan mengikat dari wilayah yang berbatasan tersebut tidak lepas dari unsur kearifan Lokal bahwa dasar air adalah pemenuhan hajat hidup Warga Masyarakat,” ujarnya, Rabu 11 Oktober 2023.
Menurut Asep, seperti pada umumnya, pedesaan dengan kontur pegunungan kadang mengalamai keterbatasan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Untuk mengatasi persoalan itu, KPSPAMS Cisalaka mengajukan program Pamsimas pada tahun 2018 dan di wujudkan di tahun 2019.
“Kegiatan program Pamsimas dijalankan dengan dukungan penuh dari PUPR Kabupaten Bogor,” terangnya.
Asep menuturkan, sebelum ada program Pamsimas penduduk desa sedikit mengalami keterbatasan akses air minum saat musim kemarau.
Bahkan, sampai sekarang jika masuk musim kemarau maka debit air yang ada masih dianggap kurang, sehingga para pengelola masih mencari cara yang lebih efisien untuk menambah debit air, dintaranya mencari mata air.
“Sumber air yang digunakan saat ini berasal dari tiga mata air, yaitu Legok Pinding yang berada dalam wilayah desa sukajaya.namun Kebermanfaatan dari tata kelola KPSPAMS Cisalaka menjangkau sampai tiga Desa, Kecamatan Tamansari,” ungkapnya.
Asep menjelaskan, pada awalnya KPSPAMS hanya melayani sambungan rumah (SR) 70 unit penerima manfaat, namun sampai tahun 2023 ini telah bertambah menjadi 182 Penerima Manfaat tersebar di 3 Desa sekecamatan Tamansari.
Masih kata Asep, bahwa peningkatan sambungan rumah tersebut tidak lepas dari kinerja KPSPAMS CiSalak yang diketuai Sofyan Hadi dan dukungan masyarakat dan pemerintah desa.
“Dengan tarif air yang diberlakukan sesuai kelasnya.iuran yang terkumpul dibelanjakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan 60 persen dan sisanya 40 persen dialokasikan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes), Dana Sosial ,Kas Lembaga dan investasi,” kata Asep.
Atas capaian kinerja tersebut, tahun KPSPAMS ‘Cisalaka’ telah mendapat Bantuan Pipanisasi dari PUPR untuk Pengembangan Pada Tahun 2020.
“Alhamdulilah, kami mendapatkan alokasi APBDes sebesar Rp 15 Juta yang dimanfaatkan untuk Penambahan Pengadaan Meter Air dari alokasi dana APBDes untuk pengadaan Material SR sebanyak 40 unit,” tandasnya. (Yud)


























Discussion about this post