BogorOne.co.id | Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, meminta pelaku industri properti syariah mengambil peran lebih besar dalam Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah. Ia menilai sektor tersebut memiliki ruang strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian rakyat.
Fahri mengatakan industri properti syariah semestinya tampil lebih percaya diri dan berani menawarkan terobosan.
“Konsep syariah adalah konsep besar dari Allah. Jangan merasa berada di pinggir. Industri ini harus percaya diri, tampil di depan, dan menghadirkan solusi yang diharapkan rakyat,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menjaga sistem perumahan yang lebih adil. Pemerintah, kata dia, akan membuka ruang koreksi jika menemukan aturan yang tidak berpihak kepada masyarakat.
“Jika ada sistem yang tidak adil, maka wajib dikoreksi dengan segala cara,” ucapnya.
Menurut Fahri, tantangan pemenuhan kebutuhan perumahan masih besar. Karena itu, ia menekankan agar sektor perumahan sosial tidak terjebak praktik spekulatif dan tetap kembali pada tujuan awal: memenuhi kebutuhan dasar warga.
Pemerintah berharap kolaborasi dengan pelaku industri properti syariah dapat mempercepat penyediaan hunian nasional. Program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah disebut sebagai langkah konkret untuk mengurangi ketimpangan sosial ekonomi dan memperluas akses hunian bagi kelompok miskin ekstrem, miskin, dan berpendapatan menengah bawah, termasuk di wilayah perkotaan, pedesaan, dan pesisir.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post