BogorOne.co.id | Kota Bogor – Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas Bogorlempunk Club menggelar aksi berbagi makanan di Kota Bogor, Kamis, 8 Januari 2025. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengubah stigma negatif terhadap anak-anak punk yang selama ini berkembang di masyarakat.
Perwakilan Bogorlempunk Club, Imam, mengatakan komunitas ini awalnya dibentuk sebagai wadah silaturahmi anak-anak punk di Kota Bogor. Seiring berjalannya waktu, kegiatan komunitas diarahkan pada aktivitas yang lebih sehat dan bernilai sosial.
“Awalnya hanya untuk mengumpulkan anak-anak punk. Lama-lama kami membangun silaturahmi dalam bentuk kegiatan yang lebih positif,” ujar Imam.
Dalam aksi tersebut, para peserta membagikan makanan kepada warga di jalanan, gang-gang, dan kawasan permukiman. Selain berbagi, kegiatan ini juga bertujuan membantu usaha mikro kecil yang berada di kampung-kampung dan jarang tersentuh aktivitas ekonomi perkotaan.
“Di kampung tidak punya kesempatan seperti di kota. Kami mencoba menghidupkan UMKM kecil,” katanya.
Setiap peserta diwajibkan membawa satu porsi makanan dari rumah atau membeli di warung sekitar lokasi kegiatan. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang ditemui selama perjalanan. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
Aksi berbagi makanan ini telah dilakukan sebanyak lima kali, dengan empat kegiatan di antaranya dilaksanakan secara resmi oleh komunitas. Untuk kegiatan kali ini, rute dimulai dari Stasiun Bogor, menyusuri wilayah Manunggal, hingga ke sekitar SMAN 5 Bogor.
Imam menambahkan, kegiatan tersebut digelar secara rutin setiap Kamis. Ke depan, Bogorlempunk Club berencana mengembangkan kegiatan serupa pada malam hari.
Bogorlempunk Club juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin bergabung. Namun, peserta diwajibkan mematuhi sejumlah aturan, di antaranya mengenakan pakaian hitam, tidak membuang sampah sembarangan, dan membawa plastik sendiri.
Menurut Imam, penggunaan atribut hitam dan identitas punk sengaja dipertahankan sebagai upaya mengubah pandangan masyarakat terhadap komunitas punk. “Kami ingin menunjukkan bahwa punk juga bisa memberi dampak positif,” ujarnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post