BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor menggelar acara sosialisaai perempuan berpolitik, yang dilaksanakan di Rizen Hotel, Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur pada Senin 25 Juli 2022.
Acara dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP Akhmad Saeful Bakhri, Sekdis DP3A Anna Ismawati, Komisioner KPU Kota Bogor, Dosen PKGA IPB Ade Ratmajaya, serta para peserta kaum perempuan dari berbagai orsap partai, ormas dan organisasi kemahasiswaan.
Sekdis DP3A Anna Ismawati, mengatakan acara sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahanan bagi kaum perempuan terkait politik.
Apalagi kata dia, menjelang tahun politik 2024 mendatang, para perempuan ini harus memiliki pengetahuan dan wawasan.
“Acara sosialisasi ini sangat baik dan positif. Ya, kami mengimbau kepada para perempuan untuk lebih aktif di dunia politik dan juga menambah pengetahuan soal keterwakilan kaum perempuan di politik dengan kebutuhan kuota 30 persen,” ucapnya.
Sementara, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, H. Akhmad Saeful Bakhri mengatakan, melalui Pokok Pikiran DPRD dengan sosialisasi ini, pihaknya menjalankan fungsi partai politik dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD untuk memberikan pendidikan politik sesuai undang-undang.
“Ini merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan wawasan, membina dan memberikan pendidikan politik. Jadi pendidikan politik itu tak kecuali untuk kaum perempuan sesuai amanat undang-undang, agar mereka mengetahui dunia politik,” jelasnya.
Gus M sapaan politisi berlambang Ka’bah ini juga mengapresiasi para peserta yang antusias hadir dan mengikuti sosialisasi. “Acara seperti ini sangat positif dan kami apresiasi DP3A yang mengadakan sosialisasi ini,” ucapnya.
Sementara, salah satu peserta, Tazya Agustina dari Korps HMI-Wati (Kohati) Kota Bogor mengapresiasi apa yang dilakukan oleh sinergitas antara anggota DPRD KoTqa Bogor dengan DP3A.Melalui acara dan program ini, banyak manfaat ataupun ilmu yang diperoleh bagi kaum milenial perempuan.
“Ini menambah penting khasanah pemikiran kami dari kaum perempuan untuk mengetahui pendidikan politik. Jadi kami tahu politik itu apa, regulasinya seperti apa dan kehadiran penting perempuan di politik itu seperti apa,” pungkasnya. (Fry)
























Discussion about this post