BogorOne.co.id | Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam (SI) Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berjuang di jalur dakwah ekonomi umat, melalui partisipasi aktif dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Syarikat Islam yang digelar pada 4–6 November 2025 di Jakarta.
Kegiatan nasional ini menghadirkan berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan, ulama, hingga pemikir ekonomi Islam, serta seluruh pengurus Syarikat Islam se-Indonesia. Hadir dalam pembukaan antara lain Dr. K.H. Muhammad Sodikun, M.E., H. Ahmad Farial, S.E., Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (Presiden PP/LT SI), dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI).
Selain itu, Prof. Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI turut memberikan kuliah umum (Studi General) dalam sesi pembukaan.
Dakwah Ekonomi sebagai Arus Utama Gerakan SI
Ketua DPC Syarikat Islam Kota Bogor, Subhan Murtadla, S.Ag., M.E., menegaskan bahwa perjuangan Syarikat Islam tidak hanya berada pada ranah spiritual, tetapi juga mencakup dakwah ekonomi yang bertujuan membebaskan umat dari ketergantungan dan ketimpangan sosial.
“Gerakan dakwah Syarikat Islam hari ini harus mampu menjawab tantangan ekonomi modern. Kami di Bogor berkomitmen membangun koperasi, UMKM, dan jaringan usaha umat yang menjadi pondasi kemandirian ekonomi rakyat. Ini adalah wujud nyata ajaran Tjokroaminoto dalam konteks kekinian,” ujar Subhan.
Ia menambahkan, kehadiran DPC SI Kota Bogor dalam Mukernas ini juga untuk memperkuat sinergi antarwilayah serta mendorong pembentukan Koperasi Syarikat Islam di tingkat kota dan kabupaten.
Hidupkan Semangat Cokroaminoto Lewat Gerakan Koperasi
Dalam pembekalan Sidang Pleno II, Sekjen DPP Syarikat Islam yang juga Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E.Ak., M.Si., menyampaikan bahwa semangat H.O.S. Cokroaminoto dalam membangun koperasi harus menjadi landasan utama gerakan ekonomi Islam di Indonesia.
“Cokroaminoto melihat koperasi sebagai solusi strategis untuk melawan penindasan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Prinsip koperasi sejalan dengan nilai-nilai Islam: keadilan, kebersamaan, dan tolong-menolong dalam ekonomi umat,” tutur Ferry.
Ia menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koperasi berbasis desa dan kelurahan, sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto untuk membesarkan kembali gerakan koperasi sebagai perwujudan ekonomi Pancasila dan ekonomi konstitusi.
“Kami sedang membangun lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, agar ekonomi rakyat kembali bangkit sebagaimana dahulu dilakukan para pendiri Sarekat Dagang Islam,” tambahnya.
Pemikiran Ekonomi dan Kebangsaan dari Tokoh Nasional
Rangkaian Mukernas II juga diisi oleh berbagai tokoh nasional lintas bidang, di antaranya:
- Sudarjono, B.Eng., M.M., MBA – Wamen Pertanian RI, membahas Strategi Mewujudkan Petani Maju dan Sejahtera;
- Ir. Ahmad Riza Patria, MBA – Wamendes PDTT RI, membahas Kemandirian Desa dalam Menumbuhkan Kekuatan Ekonomi Kerakyatan;
- Dr. Fadli Zon, M.Sc. dan N. Syamsudin Ch. Haesy membawakan materi Diseminasi Komunikasi Budaya dalam Gerakan Islam;
- Dr. Purbaya Yudhi Sadewa dan Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., mengulas Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2026;
- Dr. Redha Manthovani, Jaksa Tinggi Bidang Ekonomi, menyampaikan Peran Kejaksaan dalam Pengawasan Program Ekonomi Pemerintah.
Bogor Siap Jadi Pusat Dakwah Ekonomi Umat
Pada penutupan hari kedua, Subhan Murtadla kembali menegaskan kesiapan Bogor menjadi pusat gerakan dakwah ekonomi Syarikat Islam.
“Kami membawa semangat Bogor Bangkit Bersama Umat. Dakwah ekonomi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari — di pasar, koperasi, dan lembaga usaha kecil. Di situlah ruh perjuangan Syarikat Islam hidup,” tegasnya.
Mukernas II Syarikat Islam berlangsung selama tiga hari dengan mengusung tema besar: “Aktivasi Dakwah Ekonomi untuk Kemandirian Umat dan Kedaulatan Bangsa.”
Kegiatan ditutup dengan Sidang Pleno ke-X dan arahan akhir Presiden PP/LT SI, Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post