BogorOne.co.id | Solo – Syarikat Islam merupakan organisasi Islam tertua di Indonesia yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Laweyan, Solo, dengan nama asal Syarekat Dagang Islam (SDI), yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam dan masih bertahan, tumbuh, dan berkembang di Tanah Air Indonesia hingga saat ini.
SDI berdiri pada 16 Oktober 1905. Pergerakan ini awalnya sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi, namun di masa HOS Tjokroaminoto kemudian juga merambah di bidang politik.
Tutut hadir dalam kegiatan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke 41, DPC Syarikat Islam, Wakil Dewan Cabang Kota Bogor Deni Ari Wibowo, Ketua Pimpinan Cabang Subhan Murtadla, Sekretaris Pimpinan Cabang Firdaus dan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Ruli Indrawan.
Wakil Ketua Dewan Cabang Deni Ariwibowo verharap Majelis Tahkim/Kongres Nasional dapat membawa Syarikat Islam menjadi organisasi yang setara dengan organisasi Islam lainnya, karena Syarikat Islam merupakan organisasi Islam tertua di Indonesia.
Ditempat yang sama, Ketua PC SI Kota Bogor, Subhan Murtadla Menyambut baik hasil kongres, menurut dia saat ini dituntut untuk dengan cepat mengimplementasi misi Dakwah Ekonomi.
Untuk merealisasikannya kata dia, DPC Syarikat Islam Kota Bogor, dalam waktu dekat akan segera menggelar kegiatan rapat kerja Cabang, menyusun rencana aksi Dakwah Ekonomi”.
Subhan menambahkan pesan dari Laweyan Majelis Tahkim/ Kongres Nasional Syarikat Islam ke 41 ini, mengingatkan kembali perjuangan KH Samanhudi dengan berdirinya SDI tahun 1905, membangkitkan ekonomi pribumi. “Jadi, dalam konteks sekarang membangkitkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat,” ujarnya.
Dalam Penguatan Dakwah Ekonomi, DPC Syarikat Islam Kota Bogor mengagendakan pada tahun 2022 akan melaunching Sekolah Saudagar Syarikat Islam serta Sentra Usaha Kreatif Mandiri/UKM Saudagar Syarikat Islam.
“Mudahan mudahan dengan adanya program Sekolah Saudagar dan Sentra UKM akan dapat membangkitkan ekonomi lokal, ekonomi ummat sehingga tercapainya kemandirian dan kedaulatan ekonomi rakyat” ungkapnya
Pelaksanaan Majelis Tahkim atau Kongres Nasional Ke-41 di Hotel Novotel, Solo Jawa Tengah ini, Syarikat Islam mengusung tema ‘Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0’.
Kongres Nasional Ke-41 tahun 2021 tersebut resmi dibuka Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara virtual, Dalam sambutannya Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, mendorong umat Islam untuk siap menghadapi era masyarakat pintar atau smart society 5.0 di tengah perkembangan teknologi dan digital saat ini.
“Umat Islam harus siap dan adaptif menghadapi tantangan perubahan ini. Kita harus memiliki cita-cita tinggi agar kita tidak terombang-ambing dalam arus perubahan, bahkan dapat menjadi pemimpin dalam perubahan,” kata Ma’ruf Amin.
Selanjutnya ia mengatakan teknologi berkembang sangat cepat, sehingga momen tersebut harus dimanfaatkan untuk menciptakan kemajuan dan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat.
“Saat ini sedang terjadi perubahan yang luar biasa dalam pembangunan ekonomi, salah satunya dipicu oleh perkembangan teknologi. Dari waktu ke waktu pemanfaatan teknologi makin besar dalam kegiatan ekonomi,” jelasnya.
Wapres berharap sektor perdagangan di kalangan umat Islam dapat semakin meningkat dan memajukan ekonomi kerakyatan, serta sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Indonesia, katanya, dianugerahi tanah yang subur dan laut yang luas. Selain itu, katanya, Indonesia juga dianugerahi keragaman rempah-rempah serta berbagai jenis tanaman herbal.
“Dulu Belanda datang untuk mencari rempah-rempah. Bukan mencari tambang. Jadi kita harus kembali pada kekuatan sejati kita,” katanya.
Selain Wapres hadir pula Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam sambutannya, Menag mengatakan Kongres Nasional ke-41 ini sangat tepat sebagai momentum meneguhkan langkah-langkah pengabdian Syarikat Islam yang lebih luas dan tajam.
“Kita semua meyakini bahwa SI akan terus istiqamah menjalankan misi dakwah, sejalan dengan cita-cita kebangsaan dan keumatan,” imbuh Menag.
Dia berharap Kongres Nasional ke-41 Tahun 2021 dapat menghasilkan spirit yang lebih kuat demi jalannya roda organisasi. Dijelaskan Menag, bangsa Indonesia lahir dari keragaman bahasa, budaya hingga agama.
Maka lanjut dia, sangat wajar jika dinamika pemikiran keberagamaan sangat jelas memberi warna kebangsaan Indonesia. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia dianugerahi kekayaan dan keberagaman alam yang sangat indah.
“Indonesia adalah model beragama yang menjunjung tinggi persatuan dan menempatkan persamaan lebih utama daripada perbedaan. Inilah prinsip-prinsip bernegara yang telah diwariskan para pendahulu,” paparnya.
“Syarikat Islam adalah bagian dari dinamika kebangsaan itu. Lahir dengan gagasan dan spirit dakwah, Syarikat Islam telah mengambil peran yang sangat luas dalam perjuangan dan pembangunan kemerdekaan,” tandasnya.
Turut hadir Wakil DPR-RI Rahmat Gobel.
Majelis Tahkim/Kongres Nasional ini terpilih Kembali secara aklamasi Dr. Hamdan Zoelva, SH, MH mantan ketua Mahkamah Konstitusi, sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah, dan Achmad Farial, sebagai Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam. (Fry)
























Discussion about this post