“Melihat grafik bonus demografi di Kota Bogor, tentu menjadi beban tersendiri bagi saya karena bagaimana menyalurkan giat-giat kepemudaan ke arah yang bertumbuh dan penuh kreasi,” ujarnya.
Saat ini lanjut dia, dengan mengadeng instansi terkait juga sudah melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada pelaku usaha khususnya pemuda. Dan puncaknya saat ini bazar kepemudaan yang diikuti ratusan pelaku usaha terselanggara di pusat kota.
“Semua itu bertujuan untuk memacu perekonomian kita yang nyaris ambruk dihantam badai pandemi covid 19,” beber Sapta
Menurutnya, di era disruption ini membawa pemuda untuk cepat dalam menanggapi hal yang mudah berubah.
Pemuda harus bisa lihat bagaimana handphone bukan lagi menjadi hanya alat komunikasi, tapi sudah menjadi alat produksi karena semua hal bisa kita lakukan dalam keseharian.
“Ini menjadi penting, bagaimana bukan saja kepemudaan bisa tumbuh dan maju tapi lebih dari itu kita juga harus tetap menjaga konsistensinya,” tukasnya.
Dalam kegiatan ini, para direktur BUMD di Kota Bogor menjadi pembicara seperti Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Pakuan, Rino Indira, Direktur Utama Perumda PD Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir dan Direktur Utama PDJT Rachma Nisa serta Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay. (*)

























Discussion about this post