BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar Konsultasi Publik di R Hotel Rancamaya Golf dan Resort, Kota Bogor, Rabu 4 Juni 2025.
Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari dari 4 – 5 Juni 2025, membahas topik tentang Rencana Strategis (Renstra) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji bahwa dalam kegiatan tersebut diikuti 16 perguruan tinggi di Indonesia yang bergerak dalam isu-isu kependudukan.
Pihaknya meminta masukan kepada 16 perguruan tinggi di indonesia yang kebetulan juga ada konsorsium perguruan tinggi yang bergerak dalam isu isu kependudukan.
“Dari 16 perguruan tinggi ada beberapa rektor yang hadir langsung, kemudian ada pembantu rektor maupun dari peneliti,” jelasnya.
“Intinya, ini adalah salah satu amanahnya adalah menyelesaikan hal hal yang berkenaan dengan kependudukan dan pembangunan keluarga,” sambungnya.
Dijelaskannya, bahwa Isu-isu kependudukan, sangat mendesak dan harapannya nanti akan terbentuk peta jalan negara kedepan, bagaimana bonus demografi, dan bagaimana nanti akan melahirkan kebijakan.
“Disinilah para rektor, profesor dan akademisi saya minta untuk memberikan masukan kepada kementerian, kebijakan apa yang pas dalam konteks jumlah penduduk, kemudian luas wilayah, dan dengan berbagai data kependudukan,” tambahnya.
Ia berharap dari kegiatan tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk peta jalan pembangunan kependudukan dan strategi program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Dirinya juga menekankan pentingnya membangun kerangka kerja yang jelas antara pemerintah dan perguruan tinggi.
“Jadi, apa yang kita kerjakan nanti harus berdampak. Maka kerangka kerja atau frame-nya harus jelas. Hari ini kita mau membentuk frame itu, dan saya sebagai pembantu Presiden akan bekerja sesuai yang sudah ditulis dalam frame tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, lima isu strategis kependudukan yang menjadi perhatian utama dalam penyusunan kebijakan, salah satunya tentang disparitas kependudukan antarwilayah, jumlah penduduk dan laju pertumbuhannya, tingkat fertilitas total (Total Fertility Rate/TFR), urbanisasi dan lainnya.
“Semangatnya adalah agar Indonesia tertata dengan baik dalam menghadapi tantangan-tantangan kependudukan,” tandas dia.
Reporter : Yudi S.
Editor : R. Muttaqien.
























Discussion about this post