Oleh : Heru B Setyawan Pemerhati & Aktivis Pendidikan
BogorOne.co.id | Persatuan dan kesatuan bagi suatu bangsa dan negara itu sangat penting dan mutlak diperlukan, jika hal ini tidak terwujud, maka tunggu kehancuran bangsa dan negara tersebut.
Ada contoh seperti negara Yugoslavia yang terpecah menjadi beberapa negara karena tidak terwujudnya persatuan dan kesatuan tersebut.
Apa itu perbedaan antara persatuan dan kesatuan, persatuan merupakan suatu proses dalam keadaan membentuk masyarakat untuk bersatu, sementara kesatuan merupakan suatu wujud bersatunya masyarakat yang sudah terbentuk.
Makanya kita mengenal istilah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena memang sudah terwujud persatuan masyarakat Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945.
Kemudian apa itu perbedaan antara bangsa dan negara, bangsa adalah sekelompok orang dengan bahasa, sejarah, budaya, dan (biasanya) wilayah geografis yang sama.
Sedang negara adalah asosiasi orang-orang yang dicirikan oleh lembaga pemerintahan formal, termasuk hukum, batas teritorial permanen, dan kedaulatan (kemerdekaan politik).
Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia itu tidak mudah, karena Indonesia itu bangsa yang besar dari Sabang sampai Merauke, berbentuk kepulauan terdiri dari 17.000 lebih pulau, terdiri dari banyak suku bangsa, mengutip situs indonesia.go.id.
Menurut sensus BPS pada tahun 2010, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Nusantara dan terdiri dari 6 agama yang diakui oleh pemerintah.
Tapi alhamdulillah kita punya Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan nasional Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu (Dalam perbedaan, tetap ada persatuan) Bhinneka Tunggal Ika merupakan suatu hal yang dapat mencerminkan kondisi bangsa Indonesia.
Dan alhamdulillah atas ijin dari Tuhan Yang Maha Kuasa sampai sekarang NKRI tetap eksis dan berdiri dengan kokohnya karena kita punya Bhinneka Tunggal Ika sebagai alat pemersatu bangsa.
Tapi kita tetap waspada, karena keragaman bangsa Indonesia ini bisa bermata dua seperti uang logam, di satu sisi keragaman ini bisa menjadi modal bersatunya bangsa Indonesia dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, tapi di sisi yang lain, keragaman ini bisa dengan mudah menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia.
Maka terus kita jaga persatuan dan kesatuan ini, kita boleh beda agama, boleh beda suku bangsa, tapi kita sama-sama bangsa Indonesia, NKRI harga mati. Jika kemarin kita sering berteriak NKRI Harga Mati, maka sekarang Jayalah NKRIku. Jayalah Indonesiaku.
























Discussion about this post