BogorOne.co.id | Jakarta – Pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kapal nasional melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah dinamika kawasan Teluk Persia.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, mengatakan koordinasi dilakukan intensif bersama Kementerian Luar Negeri dan instansi terkait.
“Kami memastikan pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz berjalan aman dan lancar. Tidak hanya muatan, keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com, Selasa, 31 Maret 2026.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A Mulachela, menyebut pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran telah berkomunikasi dengan otoritas Iran. Ia mengatakan koordinasi tersebut mendapat respons positif dan kini ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional.
Dari sisi korporasi, PT Pertamina (Persero) menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Anak usahanya, Pertamina International Shipping (PIS), tengah menyiapkan berbagai aspek teknis dan administratif. Dua kapal yang akan melintasi Selat Hormuz adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan keselamatan awak kapal dan keamanan muatan menjadi prioritas.
“Prioritas kami adalah keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon dukungan masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan energi nasional, antara lain dengan mendiversifikasi sumber impor minyak mentah dan bahan bakar minyak dari kawasan di luar Timur Tengah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memperluas sumber pasokan energi. Sepanjang 2025, Indonesia mengimpor sekitar 135,33 juta barel minyak mentah. Sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.
Sisanya dipasok dari berbagai kawasan seperti Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan negara lainnya. Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan bahan bakar minyak.
Melalui koordinasi dan diversifikasi tersebut, pemerintah berharap keamanan pelayaran serta stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post