24.1 C
Bogor
Senin, 17 Januari 2022

Pembangunan Taman di Jalan Pedati Diprotes Pedagang

Must read

SDM Unggul Bekal Indonesia Bersaing dalam Ekonomi Digital 

BogorOne.co.id | Bandung - Presiden Joko Widodo meyakini bahwa sumber daya manusia (SDM) yang unggul akan membawa Indonesia mampu bersaing dalam hal ekonomi digital. Untuk...

Vaksinasi Pelajar di Cisarua Terus Dikebut

BogorOne.co.id | Cisarua - Peserta didik usia 6-11 tahun terus gencar dilakukan vaksinasi diwilayah puncak Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (17/01/22). "Dari 41 Sekolahan SDN...

Hilman Sukses Jadi Pengusaha Outlet Sepatu Beromset Ratusan Juta Rupiah

BogorOne.co.id | Bogor - Menjadi seorang yang sukses merupakan impian semua orang. Namun menuju sukses tidak lah mudah pasti butuh proses. Hal ini dialami...

Sadis! Aksi Begal Tebas Pemilik Motor Hingga Tewas

BogorOne.co.id | Kabuapten Bogor - Warga Jalan Bilabong, Kampung Cimanggis, Desa Cimanggis, Kabupaten Bogor, digegerkan penemuan tubuh pria dengan penuh luka yang tergeletak di...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Puluhan pemilik toko di Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, melakukan protes terhadap pembangunan pedestrian yang dilaksanakan di Jalan Pedati, Selasa (23/11/21).

Protes dilakukan para pemilik toko karena pembangunan taman yang sedang dilaksanakan pihak kontraktor, tidak di sosialisasikan dan diberitahukan terlebih dulu kepada pada pemilik toko.

Pemilik toko keberatan atas pembangunan taman yang berada tepat di depan toko mereka.

“Saya tidak diberi tahu soal pembangunan taman ini, karena taman itu ada di depan toko saya. Intinya kami mendukung pembangunan pedestrian ini, tapi pembangunan tamannya menggangu toko, karena tepat ada di depan pintu toko saya,” ujar Iswanto pemilik toko yang menjual rempah-rempah dan sayur mayur ini.

Senada dengan Iswanto, pemilik toko Kopi Lampu Aladin, Aheng mengaku bahwa pihaknya tidak mendapat informasi sosialisasi tentang rencana pembangunan taman yang ada tepat di pintu tokonya.

“Kami tidak tahu dan tidak jelas akan dibangun apa, karena tidak ada informasi ataupun sosialisasi ke kami. Hanya katanya itu buat taman, sedangkan posisinya tepat didepan toko kami. Otomatis bangunan taman ini menggangu aktifitas jual beli di toko kami,” ujarnya.

Aheng dan pemilik toko lainnya meminta kepada Pemkot Bogor ataupun pihak kontraktor untuk melakukan kaji ulang pembangunan taman di sepanjang Jalan Pedati.

“Kalau taman ini tetap dibangun, akan sangat mengganggu aktifitas disini. Kami mohon tidak ada pembangunan taman. Kalau untuk pembangunan pedestrian kami sangat mendukung,” tegasnya.

Sementara, koordinator pemilik toko di Jalan Pedati, Irpan menuturkan, sejak awal dilakukan sosialisasi di Kelurahan Gudang, tidak ada info detail soal pembangunan taman.

Para pemilik toko hanya dapat informasi akan dibangun pedestrian, sehingga semua pemilik toko mendukung. Tetapi sekarang ada pembangunan taman yang sangat mengganggu aktifitas jual beli di Pedati.

Irpan mengungkapkan, selama pembangunan pedestrian, otomatis omset pendapatan turun drastis, tetapi semuanya memaklumi karena sedang proses pembangunan.

Namun, kalau sekarang dibangun taman dan tepat ada di depan pemilik toko, maka akan menggangu aktifitas jual beli dan omset pendapatan akan semakin turun.

“Sosialisasi sudah pernah di Kelurahan dari Dinas PUPR, tetapi hanya menceritakan soal pembangunan pedestrian, tetapi tidak menjelaskan soal design, bentuk pembangunannya seperti apa, termasuk soal adanya pembangunan taman ini. Pemilik toko disini meminta agar pembangunan taman dihentikan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, pihak PT Ganesa Pratama Konsultan, Andi mengatakan, setelah pembangunan pedestrian akan ada pembangunan taman disepanjang Jalan Pedati. Diantaranya, tiga taman berukuran besar dan tiga taman berukuran kecil. Pembangunan taman ini sesuai dengan siteplane dan design, sehingga dilaksanakan pembangunan.

“Jadi disini akan dibangun enam taman, tiga diantaranya berukuran besar dan tiga lainnya berukuran kecil. Taman itu ada disepanjang jalan Pedati. Nanti selain akan ada pohon, disekitar taman juga akan ada ornamen lampu-lampu,” jelasnya.

Terkait adanya protes dari para pemilik toko soal pembangunan taman, Andi selaku pihak konsultan menyarankan agar segera melaporkan kepada pihak kontraktor dan dinas terkait.

“Silahkan saja dilaporkan, dan memang untuk sementara, kami hentikan dulu pembangunan taman ini,” tutupnya. (Fik)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

SDM Unggul Bekal Indonesia Bersaing dalam Ekonomi Digital 

BogorOne.co.id | Bandung - Presiden Joko Widodo meyakini bahwa sumber daya manusia (SDM) yang unggul akan membawa Indonesia mampu bersaing dalam hal ekonomi digital. Untuk...

Vaksinasi Pelajar di Cisarua Terus Dikebut

BogorOne.co.id | Cisarua - Peserta didik usia 6-11 tahun terus gencar dilakukan vaksinasi diwilayah puncak Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (17/01/22). "Dari 41 Sekolahan SDN...

Hilman Sukses Jadi Pengusaha Outlet Sepatu Beromset Ratusan Juta Rupiah

BogorOne.co.id | Bogor - Menjadi seorang yang sukses merupakan impian semua orang. Namun menuju sukses tidak lah mudah pasti butuh proses. Hal ini dialami...

Sadis! Aksi Begal Tebas Pemilik Motor Hingga Tewas

BogorOne.co.id | Kabuapten Bogor - Warga Jalan Bilabong, Kampung Cimanggis, Desa Cimanggis, Kabupaten Bogor, digegerkan penemuan tubuh pria dengan penuh luka yang tergeletak di...

Belasan Satpam Baru dari Al-Irsyad ‘Duduki’ Sekolah At-Taufiq

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Segerombolan orang tak dikenal menduduki sekolah At-Taufiq yang berlokasi di Jalan Cimanggu Permai 1, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah...