• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, April 18, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home POLITIK

Pengamat Nilai “Rusli” Paling Ideal Untuk Pasangan Dedie Rachim

Redaksi by Redaksi
29 Juli 2024
in POLITIK
0
Pengamat Nilai “Rusli” Paling Ideal Untuk Pasangan Dedie Rachim
379
SHARES
414
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Direktur Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi menyebut bahwa kabar Bima Arya yang ‘mengintervensi’ Dedie A Rachim untuk memasangkannya dengan Rena Da Frina akan menimbulkan konflik dalam Koalisi Bogor Maju (KBM).

“Kalau dipaksakan Dedie dengan Rena akan menimbulkan kemarahan dari Golkar, Demokrat hingga Gerindra. Kendati Gerindra belum bergabung dengan KBM,” ungkap Yusfitriadi Senin 29 Juli 2024.

Menurut Yus, kemarahan yang dimaksud, bisa saja membuat partai politik yang tergabung dalam KBM keluar. Di antaranya Golkar, apabila hal itu terjadi, maka Dedie A Rachim terancam tak bisa maju dalam kontestasi lima tahunan itu.

“Kalau tidak ‘diberesin’ partai KBM oleh Rena akan terjadi konflik. Bahkan Dedie bisa tidak nyalon karena PAN 5 kursi, Demokrat 3 kursi, dan PSI 1 kursi, jelas jumlahnya kurang,” ucapnya.

BERITA LAINNYA

RUU Pemilu

RUU Pemilu Mandek, Naskah Akademik Tak Kunjung Jadi

17 April 2026
dugaan pelecehan seksual

Hetifah Nilai Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Pelanggaran Serius

16 April 2026
Yusril

Menko Yusril Dorong Desain Ulang Sistem Hukum Pemilu Indonesia

15 April 2026
otsus

Kemendagri Usul Lembaga Khusus Kelola Dana Otsus Aceh

14 April 2026

Dia menjelaskan, sebenarnya Dedie A Rachim mempunyai opsi yang jelas untuk urusan calon wakil wali kota. Yakni, Rusli Prihatevy dan Jenal Mutaqin.

“Ada dua sosok untuk wakil Dedie. Ada Rusli dan Jenal, walaupun Gerindra belum masuk dalam KBM,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Yus, kalau kemudian Rena Da Frina dipaksakan untuk mendampingi Dedie Rachim sesuai dengan kabar yang berhembus, maka hal itu bisa ‘membahayakan’ Dedie Rachim.

“Kalau kemudian kabar Rena disetting Bima itu benar, dan Rena menurut karena Bima dianggap bisa komunikasi dengan elit, tapi berujung PHP. Ini akan membahayakan Dedie,” katanya.

Yus menilai bahwa apabila Rena benar serius maju dalam Pilkada Kota Bogor, maka Kepala Dinas PUPR Kota Bogor itu lebih pas berpasangan dengan Dokter Rayendra.

“Namun konsekuensinya bisa merusak Bima di Pilgub Jabar karena menaruh orang di koalisi yang salah. Memang ini seperti buah simalakama,” katanya.

Lebih lanjut, kata Yus, berhembusnya isu Rena sebagai ‘bidak catur’ Bima Arya dilandasi beberapa hal. Di antaranya adalah kejumawaan Dedie Rachim lantaran elektabilitas yang nyaris tidak tergeser dengan menduduki puncak elektabikitas.

Bahkan, sambungnya, cenderung naik, maka elektabilitas calon wakil wali kota bukan hal yang penting bagi Dedie Rachim.

“Karena jika benar Rena disetting bima untuk menjadi calon wakil Dedie Rachim, sampai saat ini rena tidak memiliki elektabilitas yang cukup dibanding figur-figur yang lain,” jelasnya.

Kedua, kata Yus, hal itu berpotensi jebakan, sebab Rena bukan siapa-siapa dalam dinamika politik, dibanding sosok-sosok lain yang sudah berproses panjang menatap Pilkada 2024 ini.

Terkecuali, kata dia, pendekatan yang digunakan oleh Dedie dan Rena menggunakan pendekatan politik transaksional.

“Sangat mungkin seluruh partai di KBM akan menyetujui Rena menjadi pendamping Sedie Rachim dan meninggalkan Rusli. Namun, hingga kini Rena belum ada elektabilitasnya sama sekali,” ucapnya.

Terlepas dari itu, sambungnya, ada kemungkinan isu ini terus dikembangkan oleh lawan politik Dedie Rachim dalam rangka mengganggu soliditas KBM.

“Jika benar Rena merupakan settingan Bima, maka wajar ketiga publik dan elit politik dari pusat sampai struktur paling bawah, terutama elit politik yang tergabung dalam KIM di tingkat pusat dan KBM di tingkat kabupaten bogor, menganggap Bima adalah pengganggu soliditas KIM dan KBM,” katanya

“Jika stigma ini yang terjadi, bisa jadi menjadi batu sandungan Bima untuk mendapat rekomendasi dari partai-partai yang tergabung dalam KIM dalam menjadi calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Barat,” katanya.

Namun, Yusfitriadi meyakini DPP partai apapun akan melihat secara obyektif dan dengan pertimbangan yang cermat dalam memberikan rekomendasi kepada pasangan calon dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota. (*)

Tags: Dedie A RachimM. Rusli PrihatevyPilwalkot Bogor 2024

Related Posts

RUU Pemilu
POLITIK

RUU Pemilu Mandek, Naskah Akademik Tak Kunjung Jadi

17 April 2026
dugaan pelecehan seksual
POLITIK

Hetifah Nilai Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Pelanggaran Serius

16 April 2026
Yusril
POLITIK

Menko Yusril Dorong Desain Ulang Sistem Hukum Pemilu Indonesia

15 April 2026
otsus
POLITIK

Kemendagri Usul Lembaga Khusus Kelola Dana Otsus Aceh

14 April 2026
War Tiket
POLITIK

DPR Nilai Skema “War Tiket” Haji Berpotensi Langgar UU

11 April 2026
Komisi IX DPR
POLITIK

Komisi IX DPR Bakal Panggil BGN soal Pengadaan 20 Ribu Motor

10 April 2026
Next Post
Sahabat Rena Gencar Sosialisasi di ‘Darat’ dan ‘Udara’

Sahabat Rena Gencar Sosialisasi di 'Darat' dan 'Udara'

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Korwil Jabar BEM RI Apresiasi Kinerja Kapolda Jabar

Korwil Jabar BEM RI Apresiasi Kinerja Kapolda Jabar

31 Januari 2022
Komisi III DPRD Kota Bogor Sidak Proyek Pasar Gembrong Sukasari

Komisi III DPRD Kota Bogor Sidak Proyek Pasar Gembrong Sukasari

6 Februari 2024
Cari Ketua Baru, JSIT Kota Bogor Gelar Musda

Cari Ketua Baru, JSIT Kota Bogor Gelar Musda

7 Juni 2022
Penipuan

Waspada! Penipuan Bantuan Masjid Beredar Lewat WhatsApp, Catut Nama Wakil Wali Kota Bogor

20 Agustus 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In