BogorOne.co.id | Jakarta – Harga minyak dunia menguat hampir 2 persen pada awal perdagangan di kawasan Asia, Kamis, 5 Maret 2026. Kenaikan dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Mengutip CNA, pada perdagangan sekitar pukul 23.10 GMT atau 07.10 waktu Singapura, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1,86 persen menjadi 76,05 dolar AS per barel. Sehari sebelumnya, WTI ditutup relatif stabil di 74,66 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent Laut Utara yang pada perdagangan sebelumnya berakhir stabil di 81,40 dolar AS per barel belum diperdagangkan pada sesi awal perdagangan tersebut.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sejak Sabtu lalu meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Ketegangan tersebut turut berdampak pada jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pengiriman minyak mentah global melalui laut melewati selat ini, termasuk sebagian besar pengiriman gas alam cair (LNG).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menenangkan pasar dengan menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker minyak yang melintas di kawasan tersebut.
“Pemerintah AS juga akan menyediakan jaminan asuransi bagi perusahaan pelayaran untuk menjaga kelancaran distribusi energi,” kata Trump.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Angkatan Laut Oman dilaporkan menyelamatkan 24 awak kapal kontainer berbendera Malta yang terkena serangan rudal saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 4 Maret 2026.
Insiden itu menjadi serangan keempat dalam waktu 24 jam di kawasan tersebut, setelah proyektil menghantam atau jatuh di dekat tiga kapal lain di perairan sekitar Uni Emirat Arab dan Oman.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menyatakan telah memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Editor : R. Muttaqien






























Discussion about this post