BogorOne.co.id | Jakarta – Pemerintah Prancis meluncurkan paket bantuan darurat senilai 70 juta euro atau sekitar Rp 1,36 triliun untuk meredam dampak lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi, pemerintah menyebut sektor transportasi, pertanian, dan perikanan menjadi prioritas utama guna menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan nasional.
Dari total anggaran tersebut, sekitar 50 juta euro dialokasikan bagi perusahaan transportasi darat skala kecil dan menengah. Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi tetap sebesar 0,20 euro per liter bahan bakar.
Sektor pertanian mendapat insentif berupa pembebasan pajak bahan bakar diesel selama satu bulan. Adapun sektor perikanan memperoleh dukungan sekitar 5 juta euro untuk menutup lonjakan biaya bahan bakar yang kini mencapai sekitar 35 persen dari total biaya operasional.
Selain itu, pemerintah menyediakan skema penangguhan pembayaran pajak dan iuran jaminan sosial tanpa penalti. Tersedia pula pinjaman bertajuk “Boost Fuels” hingga 50.000 euro bagi pelaku usaha kecil yang terdampak.
Kebijakan ini bersifat sementara dan direncanakan berlaku hingga April 2026.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menimbulkan korban jiwa. Situasi memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan, termasuk Yordania dan Irak.
Ketegangan itu turut memicu gangguan stabilitas pasar global dan jalur penerbangan internasional. Di sisi lain, gangguan di Selat Hormuz sejak awal Maret memperburuk tekanan pasar energi. Jalur yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari tersebut mengalami hambatan, sehingga mendorong kenaikan biaya logistik dan harga minyak dunia.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post