BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dilanda Pandemi Covid-19, sebanyak 17 ribu pekerja pusat perbelanjaan atau mall kehilangan pekerjaan. Karena mall-mall stop beroperasi sehingga para karyawan di rumahkan.
Menyikapi situasi itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan segera menyampaikan data tersebut kepada pemerintah pusat agar mall kembali beroperasi dan kembali menyerap tenaga kerja yang selama ini kehilangan mata pencaharian.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, walau mal belum buka seperti kota lain. Namun, semua pusat perbelanjaan di Kota Bogor harus siap menjalankan protokol kesehatan ketat.
Menurut Bima, mal di Kota Bogor belum bisa dibuka karena ada metode penghitungan indikator dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satunya adalah tingkat keterisian tempat tidur dan tren kasus harian positif.
Dan Kota Hujan lanjut Bima, belum dapat memenuhi indikator tersebut. Ditegaskan Politisi PAN itu, seharusnya pemerintah daerah diberikan kewenangan mengurus terkait penanganan seperti ekonomi.
“Dalam rapat evaluasi satgas akan kami sampaikan data dan penanganan di Kota Bogor, termasuk kesiapan mal beroperasi,” ungkapnya, Minggu (22/08/21).
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor Ganjar Gunawan menjelaskan bahwa berdasarkan data setidaknya ada 17.000-18.000 pekerja yang bekerja di pusat perbelanjaan.
”Hampir dua bulan lebih mal tidak buka, banyak pekerja yang terdampak. Kami berharap mal bisa segera dibuka agar secara bertahap, sehingga ada perbaikan kondisi ekonomi,” katanya.
Ia merinci, di Botani Square saja ada 1.600 pekerja dan di mal BTM ada 4.000 pekerja. “Jadi itu alasan penting perlu ada relaksasi,” katanya.
Terpisah, Ketua DPC Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bogor-Depok Herman mengatakan, asosiasinya memiliki 18 anggota, 7 diantaranya di Kota Bogor, 4 di Kabupaten Bogor dan 7 di Kota Depok.
Dia pastikan, bahwa 7 pusat belanja anggota APPBI di Kota Bogor siap untuk bisa melakukan pembukaan. Tentunya dengan protokoler yang disampaikan asosiasi sudah sebarkan di forum retail Kota Bogor.
“Nanti, panduan nya seperti apa dan lain-lain. Kita berharap semua taat untuk bisa mematuhi ketentuan yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Salah satu ketentuannya adalah setiap pengunjung diwajibkan untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebelum memasuki mal tersebut.
Sampai dengan saat ini sistem ini terus dibenahi dan disempurnakan, di mana dalam sistem itu sudah diatur kapasitas mall, termasuk pembatasan 50 persen.
“Di aplikasi itu sistemnya di sana tertera sekian banyak orang per jumlah berapa ribu, kalau kapasitas per mall misalnya Botani ada 25 ribu, begitu 50 persen dari 25 ribu sistem ini akan lock, untuk orang tidak bisa masuk. Begitu pula setelah itu keluar (checkout) baru orang boleh masuk,” beber dia.
Ia menambahkan, dari survei ujicoba pembukaan yang dilakukan di pusat perbelanjaan di Jakarta, masih banyak kendala yang ditemui. Di beberapa tempat memang spesifikasi mall berbeda.
“Ada yang segmentasinya menengah atas, menengah bawah. Tentunya pandai-pandai management mengatur ini semua,” ungkapnya.
Herman berharap, seluruh pengelola bisa menerapkan protokol yang telah ditentukan agar apa yang dilakukan ini bisa menggairahkan kembali roda perekonomian Kota Bogor. “Syukur-syukur bisa terlaksana tanggal 24 Agustus nanti,” pungkasnya. (Fry)




























Discussion about this post