BogorOne.co.id | Kota Bogor – Open Bidding atau lelang terbuka dua jabatan eselon dua yakni Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor diikuti 10 pendaftar.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan, bahwa kursi dua kepala dinas itu posisi yang sangat strategis dalam pembangunan Kota Bogor, sehingga harus diisi oleh orang yang cukup berkompeten.
Menurutnya, ada kriteria tersendiri bagi pejabat yang akan duduk di dua kursi kepala dinas tersebut. Hal terpenting yang harus dimiliki oleh kepala dinas adalah memiliki integritas dan inovasi dalam pembangunan.
“Ya, yang pasti secara kapasitas mumpuni, kompetensi terpenuhi dan yang terpenting memiliki integritas. Itu yang akan dipilih,” kata Dedie, Rabu (7/4).
Dedie mengungkapkan bahwa para kepala dinas harus memiliki inovasi dalam hal pembangunan. Sebab saat ini pembangunan di Kota Bogor terbentur anggaran yang terbatas.
“Harus punya inovasi dan kreasi, dengan anggaran yang ada tapi tetap maksimal. Jadi orang dengan integritas yang akan terpilih,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Anita Primasari Mongan mengatakan, pelaksanaan open bidding untuk posisi Kepala Bappeda sangat strategis karena sangat menentukan pembangunan Kota Bogor.
Masih kata Politisi partai Demokrat itu, termasuk untuk Disperumkim yang memiliki program strategis dalam penataan pemukiman dan perkotaan, yang hingga saat ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR)
Ia berharap proses yang berjalan harus The Right Man in The Right Place, yaitu orang yang nanti duduk di posisi tersebut harus benar-benar memiliki kapasitas mumpuni.
“Orang yang tepat duduk disitu secara kapasitas akademis dan harus memiliki inovasi tinggi. Selain itu, orang yang ditempatkan harus memiliki perpaduan otak dan hati, artinya harus sejalan keduanya, orang yang tepat mampu menjalankan sesuai bidangnya,” katanya.
Proses open bidding atau lelang jabatan juga harus good managemen, dalam pengelolaan harus bagus dan dalam memimpin menjadi leader bagi bawahannya juga harus bagus.
“Intinya proses juga harus sesuai aturan yang berlaku, apabila harus dijalankan dengan sejumlah tes, semua tahapan harus dilaksanakan. Banyak yang memiliki potensi dan open bidding harus menghasilkan orang yang tepat, bukan like or dislake,” pungkas dia. (Gie)




























Discussion about this post