BogorOne.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mempertegas komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan trase jalan baru di kawasan Batutulis.
Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan tuntas pada tahun 2026 dan diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kemacetan kronis serta keterbatasan akses di wilayah Bogor Selatan.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, menjelaskan bahwa seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pendanaan, telah melalui pembahasan intensif antara legislatif dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di forum Badan Anggaran.
Salah satu tahapan paling krusial, yakni pengadaan lahan, kini telah menunjukkan progres yang menggembirakan. Pemerintah Kota Bogor sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk kebutuhan tersebut.
“Realisasi pembayaran pembelian tanah telah diselesaikan pada tahun 2025 dengan nilai appraisal mendekati Rp19 miliar. Langkah ini merupakan cerminan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah Batutulis dan sekitarnya,” ujar Rusli, Senin 26 Januari 2026.
Memasuki tahun 2026, proyek akan bergeser ke tahap lelang dan pembangunan fisik yang pengerjaannya akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. DPRD Kota Bogor memastikan tidak akan lepas tangan dalam proses transisi ini.
Pengawasan Intensif: Melalui Komisi III, DPRD akan melakukan pengawasan melekat agar pengerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi dan timeline.
Kepastian Waktu: Legislatif berkomitmen memastikan tidak ada keterlambatan jadwal agar manfaat jalan baru segera dirasakan warga.
Sinergi Lintas Pemerintah: Rusli menekankan pentingnya koordinasi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar proses lelang hingga pembangunan berjalan tanpa hambatan teknis.
Keberadaan trase Batutulis dinilai memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Jalur ini akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan wilayah Batutulis, Ranggamekar, Pamoyanan, hingga Cipaku, serta menjadi jalur alternatif vital menuju Cigombong.
“Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi upaya nyata untuk memulihkan aksesibilitas dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga. Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Rusli.
Rusli berharap, dengan rampungnya proyek ini sesuai target, beban lalu lintas di sejumlah titik kepadatan di Bogor Selatan dapat terurai secara signifikan, sekaligus menciptakan konektivitas wilayah yang lebih efisien.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post